Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Gempa Aceh tewaskan 92 jiwa dan mungkin akan bertambah


Jumlah korban tewas akibat gempa di Aceh sudah mencapai 92 jiwa dan kemungkinan masih akan bertambah, seperti dijelaskan salah seorang anggota Tim Kantor Presiden untuk Gempa Aceh.

"Jumlah korban jiwa kemungkinan masih akan bertambah karena ada daerah yang belum terjangkau alat-alat berat," jelas Ifdhal Kasim kepada wartawan BBC Indonesia, Rebecca Henschke.

Ifdhal -yang akan segera meninjau langsung lokasi bencana- menambahkan bahwa gempa juga menghantam kawasan yang padat penduduknya dengan keterbatasan alat-alat berat untuk mencari korban yang mungkin tertimpa puing-puing.

Kemungkinan meningkatnya jumlah korban jiwa itu sebelumnya juga diungkapkan oleh juru bicara BNPB Sutop Purwo Nugroho.

"Korban dikhawatirkan bisa terus bergerak naik karena saat ini masih ada warga yang terjebak di bawah bangunan yang ambruk," jelas Sutopo dalam jumpa pers di kantor BNPB, Rabu (7/12) siang.

Dari jumlah korban itu belum dipilah berapa korban anak-anak dewasa maupun orang tua, laki-laki dan perempuan.

Sementara korban luka berat tercatat sedikitnya 73 orang dan 122 orang menderita luka ringan

Sutopo mengatakan sekarang ini fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan korban jiwa.

Dia mengatakan belum dapat memperkirakan jumlah korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Disebutkannya, cukup banyak warga yang menolak masuk penampungan sementara, dan lebih suka kembali ke rumah mereka.

"Sebetulnya bagi yang rumahnya rusak disediakan lokasi pengungsian. Namun masyarakat seringkali tidak mau ke pengungsian dan mendirikan tenda di depan rumah mereka," jelas dia.


Banyaknya kerusakan rumah penduduk itu, katanya karena banyaknya bangunan yang tidak dibangun untuk tahan gempa.

Sutopo mengatakan daerah Pidie Jaya merupakan daerah yang rawan terhadap gempa dan berada di jalur gempa zona sesar samalanga sipopo yang berada di darat.

Daerah tersebut pernah terjadi gempa.

"Masayrakat sudah berpengalaman, sehingga begitu trjadi gempa langsung berlari ke daerah yang lebih tinggi.

Menurut data BNPB sekitar 62 persen penduduk indonesia tinggal di daerah rawan gempa bumi.

Sumber

Kebakaran di Neo Soho Central Park dan WTC Mangga Dua



Peristiwa kebakaran yang cukup besar terjadi di Jakarta malam ini, Rabu (9/11/2016). Yang pertama di kompleks WTC Manggga Dua, Jakarta Utara, dan yang kedua di Neo Soho, Central Park, Jakarta Barat.

Di WTC Mangga Dua kebakaran terjadi di kios bengkel di kawasan tersebut. Seperti dilansir dari akun twitter Radio Elshinta, dugaan sementara kebakaran terjadi karena bensin yang dalam perbaikan. Kabarnya sempat terjadi ledakan sebelum kebakaran, namun belum ada keterangan resmi mengenai hal tersebut.

Saat ini api sudah mulai bisa dikuasai oleh tim pemadam kebakaran (Damkar) yang mengerahkan delapan mobil. Sampai saat ini baru diperoleh keterangan ada 4 buah mobil dan 1 buah motor yang hangus terbakar.

Sementara di Neo Soho, juga belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran yang dikabarkan berpusat di lantai 9. Gedung Neo Soho sendiri terletak di samping mal Central Park dan tak jauh dari Mal Taman Anggrek. Sejauh ini belum ada infomasi mengenai korban maupun benda-benda apa saja yang terbakar di gedung tersebut.

Dari postingan Radio Elshinta di twitter, mereka mnggambarkan peristiwa kebakaran cukup besar dan menjelaskan kerusakan yang terjadi. Tentunya kita berharap tak ada korban jiwa dalam kedua peristiwa kebakaran di Jakarta tersebut.

Sumber

Gabungan Pengemudi Taksi Bandung Lakukan Unjuk Rasa Terkain Kebijakan Taksi Online



Bandung, 2 November 2016 - Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan unjuk rasa terkait keberadaan taksi pelat hitam berbasis aplikasi online pada hari Rabu (02/11/16).  Pasalnya Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil-pun telah menyatakan taksi aplikasi itu ilegal, namun pada kenyataanya jumlah taksi berpelat hitam itu kian banyak dan tak terkontrol. Aksi ini dilakukan oleh beberapa gabungan pengemudi taksi seperti Rina Rini, Cipaganti, Blue Bird, Primkop AU, Taksi Putra, Gemah Ripah dan lainnya. Dengan berkeliling di jalanan Kota Bandung seperti Jalan Pasteur, Jalan Asia Afrika, Jalan Merdeka, Jalan Jakarta dan Jalan Wastukencana Kota Bandung, dengan harapan Wali Kota Bandung dan Dinas Perhubungan setempat untuk tegas dan menghentikan operasional taksi aplikasi tersebut.

Pengawalan petugas-pun dilakukan di sejumlah titik kumpul lainnya di Kota Bandung seperti di Jalan Kancil, Buah Batu, Pajajaran, A Yani dan lainnya. Polrestabes Bandung mengeluarkan imbauan kepada pengguna jalan di Kota Bandung untuk menghindari sejumlah jalan yang akan menjadi titik dan jalur yang dilintasi aksi unjuk rasa itu. “Personel mengawal konvoi jalan kaki para awak taksi dari Jalan Kancil menuju Balai Kota Bandung," kata seorang anggota Polsek Lengkong Kota Bandung.


Usai melakukan unjuk rasa perwakilan dari Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB) Tedi Nugraha mendapat kesempatan untuk melakukan mediasi dengan Kepala Dinas Perhubungan, Didi Ruswandi. Namun Tedi merasa tidak puas dengan hasil mediasi tersebut. “Sangat tidak puas, kita diterima hanya akan disampaikan kembali (permintaan kita) ke pemangku kebijakan" paparnya. Tedi mengatakan beberapa keinginannya mewakili para demonstran. “Kami menginginkan adanya ketentuan wilayah operasional, pembatasan kuota, dan jam kerja. Teknisnya ya bisa nanti kembali dibicarakan” jelasnya. “Yang jelas kan nanti aparat hukum bisa mengambil keputusan, karena sudah hukumnya. Kalau sekarang kan tidak ada” lanjutnya. (Lazuardy)